<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7441876861565994809</id><updated>2011-04-21T17:24:06.029-07:00</updated><category term='Kebahagiaan Hidup'/><title type='text'>Mencari Arti Hidup</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rizkymuyasar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7441876861565994809/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkymuyasar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>iqHi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11815361991651647549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_77YL_U2IgXs/Se1zxjiVEnI/AAAAAAAAAEA/VfLoxl9yR8c/S220/iqHi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7441876861565994809.post-7439056409871180072</id><published>2009-02-09T18:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T18:12:48.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebahagiaan Hidup'/><title type='text'>Menemukan Kebahagiaan dalam Diri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Setiap orang memiliki pendapat dan              definisi yang berbeda tentang kebahagiaan. Untuk lebih memudahkan              saya mencoba untuk membagi ke dalam 3 macam tipe manusia yang              mendefinisikan arti bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Tipe I adalah orang yang mengatakan bahwa dirinya akan merasa              bahagia jika apa yang telah lama diinginkannya dapat tercapai.              Biasanya orang tipe I ini mengapresiasikan kebahagiaan dengan              banyaknya benda – benda material yang dapat dimiliki (materialism).              Misalnya orang tipe I ini akan merasa bahagia jika ia dapat memiliki              sebuah rumah mewah dan megah dan tinggal di dalamnya, atau ia akan              merasa bahagia jika dapat memiliki banyak mobil mewah. Dengan kata              lain manusia tipe I ini akan merasa bahagia jika ia memiliki banyak              uang sehingga bisa membeli apa pun yang ia inginkan.&lt;br /&gt;            Sedangkan manusia dengan tipe II adalah mereka yang merasa bahagia              jika mereka dapat meraih kesuksesan. Kesuksesan yang diperolehnya              ini bisa berupa kesuksesan dalam studi maupun karier. Manusia              bertipe II ini tidak terlalu menilai kesuksesan ini dengan banyaknya              materi yang diperoleh, tetapi lebih memfokuskan diri untuk meraih              keberhasilan (achievements) dalam segala bidang yang ditekuninya.            &lt;br /&gt;            Di samping itu ada juga manusia yang merasa bahagia jika ia dapat              bersama dengan seseorang yang ia cintai, atau dengan kata lain telah              menemukan cinta sejatinya dan membentuk keluarga yang bahagia              (loving and fulfilling relationship). Manusia dengan ciri seperti              ini saya masukkan ke dalam tipe III.&lt;br /&gt;            Selain ketiga tipe manusia yang baru saja saya sebutkan di atas,              masih ada lagi tipe manusia lain yang mendefinisikan arti bahagia.              Namun sebagian besar, manusia mengatakan bahwa ia akan merasa              bahagia jika telah mendapatkan hal-hal tersebut di atas.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Mengapa Kebahagiaan Sulit Didapatkan ?&lt;br /&gt;            Di dunia ini, kita banyak menjumpai orang yang merasa tidak bahagia.              Setelah ditelusuri, orang – orang tersebut memiliki alasan yang              berbeda-beda mengapa mereka merasa tidak bahagia. Ada yang              mengatakan bahwa mereka tidak bahagia karena mereka selalu hidup              dalam kekurangan, ada pula yang merasa tidak bahagia karena belum              menemukan pasangan hidup yang tepat, ada pula yang tidak dapat              menemukan kebahagiaan dalam keluarganya karena tidak adanya              keharmonisan dalam keluarga tersebut. Atau dengan kata lain mereka              tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka dambakan atau impikan.&lt;br /&gt;            Selain itu, kita juga banyak menemukan orang yang tidak pernah puas              dengan apa yang telah diperoleh atau dimilikinya, sehingga apabila              orang tersebut telah berhasil meraih sesuatu, ia tidak pernah sempat              untuk menikmati kebahagiaan dengan apa yang telah diperolehnya itu              dan kemudian membuat target baru untuk dicapainya, dan begitu              seterusnya. Dan orang ini akan selalu merasa cemas apabila tujuan              berikutnya tidak tercapai.&lt;br /&gt;            Hal lain mengapa manusia tidak dapat merasakan kebahagiaan adalah              karena manusia cenderung untuk merenungi nasib buruk yang telah              menimpanya dan tidak mau berbuat sesuatu untuk memperbaikinya.              Mereka terlalu terpaku pada hal yang telah berlalu dan tidak dapat              melupakan masa lalunya yang pahit. Padahal jika ia mau mencoba untuk              keluar dari masa lalunya yang kelam, ia kemungkinan besar masih              dapat menemukan kebahagiaan.&lt;br /&gt;            Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah kecenderungan              manusia untuk berbuat mengikuti kata hati dan hawa nafsunya yang              sering menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan menyebabkan manusia              itu terjerumus dalam lembah kesedihan.&lt;br /&gt;            Dosa manusia saya kelompokkan menjadi 7 macam yang merupakan dosa              bawaan yang pada dasarnya terdapat dalam diri setiap pribadi.              Dosa-dosa tersebut yaitu hawa nafsu, serakah, egois, iri hati,mudah              tergoda, suka menyimpan dendam, dan emosional.&lt;br /&gt;            Semua perbuatan dosa tersebut seringkali membuat manusia tidak dapat              merasakan kebahagiaan dalam dirinya.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Bahagia vs Tidak Bahagia&lt;br /&gt;            Berikut saya akan coba untuk memaparkan beberapa kisah orang yang              berbahagia terlebih dahulu.&lt;br /&gt;            Kisah pertama adalah kisah tentang seorang pria yang sejak muda              selalu berusaha menemukan kebahagiaan dari dalam dirinya dengan cara              melalui meditasi. Untuk itu ia mencari tempat-tempat yang sepi dan              kemudian mendalami kemampuan meditasinya. Sejalan dengan berlalunya              waktu, kemampuan meditasinya meningkat sampai suatu saat ia berhasil              menemukan kebahagiaan sempurna ketika sedang bermeditasi di bawah              pohon Budhis dan mendapatkan pencerahan. Orang tersebut dikenal              dengan nama Budha Gautama yang kemudian menjadi pelopor lahirnya              agama Budha.&lt;br /&gt;            Kisah yang lain adalah kisah seorang pria yang setiap harinya sibuk              dengan pekerjaannya. Siang malam ia bekerja dengan keras, seringkali              ia merelakan waktu istirahatnya, merelakan waktu rekreasi bersama              dengan istri dan anak-anaknya dan kurang perhatian terhadap              kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya. Sehingga yang ia fokuskan              adalah hanya pada pekerjaannya. Pada suatu ketika, pria tersebut              mendapatkan kecelakaan pada saat ia sedang mengendarai mobilnya ke              tempat kerjanya. Kecelakaan tersebut melukai kedua belah matanya dan              membuat pria tersebut buta seumur hidupnya.&lt;br /&gt;            Setelah menjadi buta, ia tidak dapat bekerja dengan keras lagi              seperti sebelumnya. Ia lalu banyak menggantungkan hidupnya pada              pertolongan orang lain, terutama pertolongan istri dan anak-anaknya.              Istrinya merasa kasihan kepadanya dan merawatnya dengan penuh kasih              sayang. Begitu pula dengan anak-anaknya juga memberikan perhatian              yang mendalam kepada ayahnya.&lt;br /&gt;            Sang pria baru merasakan betapa besar kasih istri dan anak-anak              kepadanya setelah ia buta dan tidak dapat mengerjakan apa-apa. Ia              baru menyadari akan kurangnya perhatian dan kasih sayang yang ia              berikan kepada istri dan anak-anaknya selama ini. Dengan keadaannya              tersebut, ia baru dapat merasakan hidupnya lebih berarti dan              menemukan kebagiaan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;            Hikmah yang dapat diambil dari cerita singkat tersebut adalah bahwa              kita seringkali tidak dapat merasakan arti hidup ini, sampai kita              kehilangan sesuatu yang berharga dari dalam diri kita.&lt;br /&gt;            Kisah berikut yang tidak kalah menariknya adalah kisah seorang              nelayan yang pekerjaannya mencari ikan. Dalam melakukan              pekerjaannya, ia selalu mengerjakannya dengan santai dan tidak              menggunakan cara-cara canggih untuk menangkap ikan. Ia selalu              menangkap ikan dengan menggunakan pancingan yang ia miliki sambil              menikmati apa yang dikerjakannya.&lt;br /&gt;            Pada suatu saat ada seorang dari kota yang dalam hidup              sehari-harinya bekerja keras mencari nafkah pergi berlibur dengan              memancing. Pada saat ia sedang memancing, ia bertemu dengan sang              nelayan. Sang nelayan sedang memancing sambil berbaring santai tanpa              beban, sedangkan si pemancing memancing dengan agresif. Kemudian              orang kota tersebut bertanya kepada sang nelayan mengapa ia bisa              begitu santainya memancing padahal profesinya adalah sebagai              nelayan, sedangkan dirinya yang saat itu sedang berlibur saja              memancing dengan penuh agresivitas.&lt;br /&gt;            Kemudian sang nelayan tersebut bertanya balik kepada orang kota itu              mengapa bekerja begitu keras di kota. Si orang kota tersebut              kemudian menjawab: ”Untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, sehingga              dapat menikmati hidup”.&lt;br /&gt;            Lalu sang nelayan menjawab, ”Jadi Anda bekerja dengan keras dengan              tujuan utama menikmati hidup? Untuk apa bekerja dengan keras kalau              saat ini saja saya sudah dapat menikmati hidup. Saya selalu              menikmati perkerjaan saya dan hidup saya.”&lt;br /&gt;            Hikmah yang dapat ditarik dari kisah yang ketiga ini adalah bahwa              banyak orang yang berpikir terlalu jauh untuk dapat menikmati hidup.              Hal yang sangat sederhana untuk dapat menikmati hidup adalah dengan              menikmati setiap pekerjaan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;            Setelah membaca kisah-kisah orang yang bahagia, sekarang saya akan              coba untuk menceritakan beberapa kisah orang yang hidupnya tidak              bahagia.&lt;br /&gt;            Kisah pertama adalah tentang seseorang yang hidupnya selalu diisi              dengan kerja keras, mencari uang dan uang. Itulah tujuan hidupnya,              uang yang telah diperolehnya digunakan untuk berinvestasi lagi, dan              lagi. Jarang Ia mau mengeluarkan uang tersebut untuk keperluan              dirinya, apalagi orang lain. Sehingga orang tersebut hanya bekerja              untuk melipatgandakan uang yang dimilikinya. Ia jarang sekali              menikmati hari-hari yang dilaluinya bersama anak istrinya. Ia juga              tidak bisa menikmati apa yang telah diperolehnya karena ia selalu              merasa tidak pernah puas. Orang yang demikian adalah orang yang              menyedihkan, karena walaupun sebenarnya ia kaya raya, namun              sebenarnya jiwanya miskin sekali.&lt;br /&gt;            Berikut adalah kisah seorang anak yang selalu cemas akan masa depan              dan menunda diri untuk dapat menikmati hidup. Pada saat ia lulus              Sekolah Dasar, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia baru akan              dapat menikmati hidup kalau ia telah lulus SMP. Dan pada saat ia              lulus SMP, ia berkata bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup kalau              sudah lulus SMU. Dan begitu ia lulus SMU, ia berkata pada dirinya              lagi bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup jika telah menjadi              sarjana.&lt;br /&gt;            Setelah ia sarjana, ia masih belum dapat menikmati hidup dan merasa              bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup jika ia sudah sukses dalam              pekerjaan dan menikah. Tidak lama kemudian ia menemukan cinta              sejatinya dan menikah. Setelah menikah dan punya anak, ia berkata              lagi pada dirinya, bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup apabila              telah berhasil membesarkan anak-anaknya. Sebelum ia berhasil              membesarkan anak-anaknya, ia telah meninggal dunia karena mengalami              kecelakaan pesawat terbang. Akhirnya anak tersebut telah meninggal              tanpa dapat menikmati hidup yang telah lama ia jalani.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Kebahagiaan yang Sejati&lt;br /&gt;            Banyak orang yang sukar untuk mendapatkan kebahagiaan karena mereka              berusaha untuk mencari kebahagiaan external, yaitu kebahagiaan yang              dirasakan apabila mereka berhasil mendapatkan atau meraih sesuatu              yang di luar dirinya. Sesuatu tersebut bisa berupa harta benda              duniawi, ketenaran, nama baik, harga diri, kekuasaan, dsb. Apabila              seseorang mendefinisikan kebahagiaan seperti ini, maka kebahagiaan              yang didapat adalah kebahagiaan semu dan bersifat sementara.              Biasanya kebahagiaan tersebut berlangsung dalam tempo yang singkat.            &lt;br /&gt;            Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan dapat digali              dari dalam diri tiap-tiap pribadi atau disebut juga dengan              kebahagiaan internal. Apabila seseorang telah berhasil menemukan              kebahagiaan internalnya, maka orang tersebut akan selalu merasakan              bahagia dalam hidupnya, apa pun yang terjadi dalam hidupnya.              Kebahagiaan internal ini tercapai apabila kita dapat selalu              merasakan ketenangan, kedamaian, dan suka cita dalam segala situasi.              Orang yang telah menemukan kebahagiaan internal biasanya dapat              selalu menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupnya dengan besar              hati.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Cara Menemukan Kebahagiaan Sejati&lt;br /&gt;            Langkah pertama yang dapat kita lakukan dalam usaha menemukan              kebahagiaan internal adalah dengan menyadari setiap pekerjaan yang              kita lakukan. Pada saat kita sedang mengerjakan tugas-tugas penting,              sadarilah apa yang sedang kita kerjakan saat itu, fokuskan pikiran              pada apa yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;            Pada saat kita makan sadarilah bahwa saat itu kita sedang makan,              pada saat kita sedang bernapas sadarilah udara yang keluar dan masuk              dari hidung kita. Bawalah diri kita termasuk pikiran kita untuk              menyadari apa yang terjadi saat ini (present time), jangan              membiarkan diri kita selalu hanyut ke dalam kesenangan maupun              kesedihan masa lalu, karena semuanya itu telah berlalu dari hidup              kita. Satu detik yang baru saja berlalu telah menjadi kenangan dan              menjadi masa lalu (past time). Jangan pula kita selalu membiarkan              diri kita terhanyut ke dalam angan-angan yang jauh di luar realitas              kita (future time).&lt;br /&gt;            Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bermimpi atau berangan-angan              untuk masa depan kita. Jika kita mempunyai suatu rencana untuk masa              depan, bayangkan dalam beberapa saat, kemudian tulislah tujuan kita              tersebut dan tulis juga langkah-langkah yang harus kita tempuh              sebagai usaha kita meraih tujuan yang selalu kita angan-angankan.              Kemudian lakukan tindakan/action sesuai dengan apa yang telah kita              tulis tersebut, sehingga kita tidak selalu terhanyut ke dalam              angan-angan kita dan tidak dapat menemukan angan-angan tersebut di              dalam realitas hidup kita sekarang. Setelah kita menjalankan langkah              demi langkah yang telah ditulis, dan sebagian dari langkah yang              telah kita tuliskan tersebut sudah tercapai, barulah kita bayangkan              kembali cita-cita kita ke arah yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;            Dengan membayangkan cita-cita yang kita tuju sambil membuat blue              print dan kemudian kita jalankan, maka cita-cita yang kita tuju akan              lebih mudah untuk dicapai dan kita tidak akan merasa kecewa setelah              kita selesai berangan-angan dan kembali ke realitas hidup, karena              sebagian dari angan-angan kita sudah mulai tercapai. Namun apabila              kita tidak membuat perencanaan dalam mencapai tujuan hidup kita              seperti yang selalu kita angan-angankan, maka kita akan selalu              terbawa hanyut ke dalam angan-angan kita, karena apa yang kita              rasakan dalam realitas hidup tidak seindah apa yang kita bayangkan              dalam kacamata imajinasi kita.&lt;br /&gt;            Satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan agar kita              dapat menggali kebahagiaan yang tersimpan dalam diri kita adalah              dengan selalu mengucap syukur atas segala kejadian yang menimpa diri              kita. Jangan selalu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan              kehidupan orang lain yang menurut kita lebih baik dari kehidupan              yang kita jalani saat ini. Kita tidak akan pernah tahu apakah orang              yang kita anggap lebih “baik” itu benar-benar merasakan kebahagiaan              dalam hidupnya. Bisa saja ia sedang berada dalam kecemasan karena              memiliki utang yang sangat besar dan sedang bersiap-siap untuk              melarikan diri, atau bisa saja orang tersebut tidak dapat merasakan              kebahagiaan meskipun orang tersebut kaya raya, karena hubungan              antaranggota keluarganya sudah tidak harmonis lagi.&lt;br /&gt;            Jika kita baru saja mengalami hal yang paling buruk dalam hidup              kita, dan merasa kita adalah orang yang paling tidak beruntung dalam              hidup ini, dan kita tidak tahu apa yang harus kita syukuri,              syukurilah udara yang masih dapat kita hirup dan embuskan,              syukurilah bahwa kita masih memiliki hidup ini, yang artinya kita              masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup kita.&lt;br /&gt;            Orang yang paling gagal dalam hidupnya adalah orang yang sudah tidak              memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki keadaan dirinya, alias              orang tersebut sudah meninggal. Jadi selama kita masih hidup selalu              syukuri apa yang terjadi di dalam diri kita. Hal yang sangat              sederhana, bukan? Namun seringkali orang lupa akan hal ini.&lt;br /&gt;            Bahagia adalah suatu perasaan, sesuatu yang sifatnya emosional.              Perasaan bahagia ini timbul dari dalam diri kita karena kita secara              fisik dengan menggunakan kelima indra kita telah mengalami suatu              kejadian yang menurut diri kita sendiri menyenangkan hati dan              pikiran kita. Kelima indra kita tersebut berpusat pada otak kita,              otak kitalah yang mengirimkan rasa sakit yang diterima dari tangan              kita yang terluka, otak kita jugalah yang mengirimkan bau              wangi-wangian kepada kita. Sehingga perasaan bahagia tersebut dapat              kita timbulkan apabila kita mampu mengendalikan pikiran kita. Dengan              mengendalikan pikiran, maka seluruh indra yang kita miliki juga              dapat kita kendalikan.&lt;br /&gt;            Apabila seluruh pikiran dan indra kita bisa kita kendalikan, maka              hasrat dan keinginan kita juga dapat kita kendalikan, sehingga rasa              bahagia dapat kita kendalikan.&lt;br /&gt;            Di samping itu kita juga harus menyadari bahwa hidup ini adalah              suatu sirkulasi. Ada saat kita merasa sedih karena kehilangan              seseorang yang paling kita cintai, namun dengan berlalunya waktu,              perasaan sedih tersebut akan hilang, dan ada pula saatnya kita              merasa senang karena menemukan seseorang yang mencintai diri kita.              Dengan demikian perlu kita sadari bahwa semua hal sedih akan              berlalu, dan begitu pula semua hal yang menyenangkan juga akan              berlalu. Sehingga jika pada saat ini kita merasa senang, sadarilah              bahwa kesenangan itu baru saja berlalu, dan jika pada saat ini kita              merasa sedih karena suatu kejadian menimpa kita, sadari juga bahwa              kejadian tersebut telah berlalu.&lt;br /&gt;            Selama ini kita selalu menginginkan masalah-masalah yang membuat              kita stress dan sedih untuk berlalu dari hadapan kita, namun kita              jarang menyadari bahwa segala hal dan kejadian yang membuat kita              senang juga sudah dan akan berlalu.&lt;br /&gt;            Jadi senang dan sedih pasti akan berlalu. Kalau kita pernah              mendengar ada sebuah judul lagu yang berbunyi Badai pasti berlalu,              seharusnya ditambahkan menjadi “Badai pasti berlalu, Angin sejuk pun              pasti berlalu”.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            Sikap yang Harus Dibentuk&lt;br /&gt;            Sabar adalah sikap pertama yang perlu kita bina, apabila kita ingin              mencoba menggali kebahagiaan yang tersimpan dalam diri kita. Kita              harus sabar apabila ada tujuan dalam hidup kita yang belum tercapai,              kita juga harus sabar apabila masalah menerjang kita, kita harus              sabar dalam usaha kita untuk mengendalikan pikiran kita, dsb. Semua              yang kita kerjakan dan usahakan membutuhkan waktu untuk diproses,              dan untuk itu dibutuhkan kesabaran.&lt;br /&gt;            Besar hati merupakan sikap kedua yang harus turut dibentuk dalam              diri kita. Kita harus bisa dengan besar hati menerima semua kejadian              buruk yang menimpa kita, kita juga harus berbesar hati dalam              menerima kenyataan pahit yang menjadikan keadaan kita jauh berbeda              dari yang kita impikan. Dengan memiliki sikap yang satu ini dalam              pribadi kita masing-masing, maka kita telah memiliki 50% power              (kekuatan) untuk menggali kebahagiaan.&lt;br /&gt;            Sikap berikut yang tidak kalah pentingnya adalah tabah. Kita harus              selalu tabah dalam melewati masa-masa sulit yang kita alami.              Sebenarnya masa sulit itu datangnya tiba-tiba dan tanpa kita rasakan              telah terjadi. Perhatikan kata telah yang saya miringkan! Kata              tersebut menunjukkan bahwa kejadian tersebut sebenarnya telah              berlalu, dan membuat kita merasa sedih dan susah sebenarnya adalah              diri kita sendiri yang tidak mau menerima kenyataan dengan besar              hati dan tabah. Jadi perasaan kita inilah yang menciptakan rasa              sedih.&lt;br /&gt;            Sikap yang menurut saya juga berperan dalam membentuk potensi kita              untuk menemukan kebahagiaan adalah tidak mudah putus asa. Apabila              kita mengalami suatu kegagalan yang membuat kita sedih, maka kita              harus yakini bahwa kegagalan itu telah berlalu, dan perasaan gagal              tersebut jangan kita pendam terus. Kita harus berusaha lebih baik              lagi untuk mencapai tujuan kita dan menghapuskan perasaan sedih yang              meliputi hati kita.&lt;br /&gt;            Ringkasan dari artikel ini adalah: carilah, galilah dan temukanlah              kebahagiaan dalam diri Anda sendiri. Jangan selalu mencari              kebahagiaan eksternal, karena kebahagiaan eksternal tersebut              sifatnya sementara.&lt;br /&gt;            Semoga dengan membaca artikel singkat ini, Anda dapat menemukan              kebahagiaan sejati dalam diri Anda ! Terima Kasih.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7441876861565994809-7439056409871180072?l=rizkymuyasar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rizkymuyasar.blogspot.com/feeds/7439056409871180072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rizkymuyasar.blogspot.com/2009/02/menemukan-kebahagiaan-dalam-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7441876861565994809/posts/default/7439056409871180072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7441876861565994809/posts/default/7439056409871180072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rizkymuyasar.blogspot.com/2009/02/menemukan-kebahagiaan-dalam-diri.html' title='Menemukan Kebahagiaan dalam Diri'/><author><name>iqHi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11815361991651647549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_77YL_U2IgXs/Se1zxjiVEnI/AAAAAAAAAEA/VfLoxl9yR8c/S220/iqHi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
